Selasa, 27 Januari 2015

Bersepeda di "Taman Kota"


Barangkali banyak siswa SMART yang memiliki rencana-rencana liburan yang menyenangkan ketika pulang kampung, semisal mengunjungi candi-candi seperti Johan FJR, atau datang ke tempat-tempat karaoke seperti Renald Maulana Fadli, atau apalah.

Tapi jangan tanya aku.

Meski, baiklah, apa salahnya aku juga menceritakan apa kegiatanku di kampung halaman?

Ini desaku dilihat dari Taman Kota Soreang
Jadi, rumahku terletak di sebuah desa, sebut saja Desa Cingcin (memang itu namanya). Desa ini berlokasi di Kota (kecil) Soreang, Kabupaten Bandung. Desaku bisa dibilang masih pelosok, meski tidak pelosok-pelosok amat. Setidaknya ikatan kekeluargaan antarwarga di desa ini sangat kuat sehingga aku sendiri bahkan hampir menganggap semua tetanggaku adalah keluargaku sendiri.

Ke mana aja lu liburan?” adalah petanyaan paling sering kuterima dari teman-temanku entah melalui obrolan di jejaring sosial atau lewat sms. Yah, kalau sudah begitu aku lebih senang menjawab “Di rumah aja, lu?” meski tidak sepenuhnya benar.

Jadi, pada hari Minggu pagi tanggal 4 Januari, aku bersama kelima adikku, ayahku dan satu anak keponakan yang masih duduk di bangku kelas 5 SD pergi ke Taman Kota Soreang. Untuk mencapai tempat itu tidaklah memerlukan waktu lama dan usaha yang sulit. Kami hanya perlu menyeberangi hamparan sawah sejauh kira-kira 100 meter yang memisahkan taman itu dengan desaku. *Jadi, bisa dibayangkan betapa pelosoknya “taman kota” itu?

Bisa kaulihat sendiri, rumput di sini tergenang
karena hujan dan kurangnya perawatan
Meski sudah dibangun sejak 2013 lalu, taman ini ternyata belum mendapat perawatan yang baik. Banyak rerumputan yang tergenang, pohon-pohon yang harusnya tumbuh juga banyak yang lebih dulu ditebang oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Pos pengawasan di taman ini juga sering kosong tidak ada yang jaga, bahkan hampir tidak terawat.

Jadi, ya, aku tidak bisa sepenuhnya mengatakan bahwa kami main ke taman kota sih. Meski tetaplah menyenangkan menghabiskan waktu dengan adik-adikku di tempat ini. Dan juga, untuk kali pertama setelah bertahun-tahun aku tidak naik sepeda karena sepedaku dulu rusak, kali ini aku mencoba lagi menggunakannya. Dan kurasa cukup berhasil.

Di sini aku juga berburu foto, meski masih amatir, dengan adik-adikku sebagai korbannya (haha). Kau bisa melihat foto-foto itu.

Memang sih, tidak banyak tempat yang kukunjungi selama pulang kampung ini (dan juga kurasa pulang kampung sebelum-sebelumnya). Namun setidaknya aku bisa menghabiskan waktu dengan adik-adikku yang masih lucu-lucu sebelum nanti mereka makin tua dan dewasa dan tidak bisa diajak bercanda lagi.

Aku juga ingat, di rumah, aku memberi satu pelajaran kecil tentang menata rambut kepada adik laki-lakiku yang duduk di bangku kelas 4 SD. Memang tidak cukup elit sih, tapi tetap saja ini penting bagiku. Sebagai kakak laki-laki tertua, aku sering gemas melihat cara merapikan rambut adikku yang terkesan kekanak-kanakan (oke, dia memang masih anak-anak). Akhirnya dia harus mendapat ceramah kecil dariku mengenai pentingnya berpenampilan keren terutama dalam merapikan rambut. Jadilah dia kuajari menyisir yang baik, meski sayangnya hingga aku pulang kembali ke SMART dia belum bisa mempraktekkan materiku dengan baik. Yah, kuharap sekarang dia sudah bisa berpenampilan rapi dengan gaya rambut yang baru. Semoga saja....

Sebenarnya masih banyak cerita-ceritaku yang cukup unik untuk kubagi, meski masih tetap di dalam rumah. Sayangnya bagianku sudah habis kali ini, tapi aku tetap akan menyempatkan waktu menulis lagi bila admin membolehkannya (hehe) dan aku juga punya waktu untuk menceritakannya.
Aku yang sedang berusaha mengendalikan sepedaku

Ini foto aku bersama adik-adikku, anak keponakanku, serta teman adikku
Jatuh bangun
Asyiknya bersepeda....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar