Barangkali banyak siswa SMART yang
memiliki rencana-rencana liburan yang menyenangkan ketika pulang
kampung, semisal mengunjungi candi-candi seperti Johan FJR, atau
datang ke tempat-tempat karaoke seperti Renald Maulana Fadli, atau
apalah.
Tapi jangan tanya aku.
Meski, baiklah, apa salahnya aku juga
menceritakan apa kegiatanku di kampung halaman?
| Ini desaku dilihat dari Taman Kota Soreang |
Jadi, rumahku terletak di sebuah desa,
sebut saja Desa Cingcin (memang itu namanya). Desa ini berlokasi di
Kota (kecil) Soreang, Kabupaten Bandung. Desaku bisa dibilang masih
pelosok, meski tidak pelosok-pelosok amat.
Setidaknya ikatan kekeluargaan antarwarga di desa ini sangat kuat
sehingga aku sendiri bahkan hampir menganggap semua tetanggaku adalah
keluargaku sendiri.
“Ke
mana aja lu liburan?” adalah petanyaan paling sering kuterima dari
teman-temanku entah melalui obrolan di jejaring sosial atau lewat
sms. Yah, kalau sudah begitu aku lebih senang menjawab “Di rumah
aja, lu?” meski tidak sepenuhnya benar.
Jadi,
pada hari Minggu pagi tanggal 4 Januari, aku bersama kelima adikku,
ayahku dan satu anak keponakan yang masih duduk di bangku kelas 5 SD
pergi ke Taman Kota Soreang. Untuk mencapai tempat itu tidaklah
memerlukan waktu lama dan usaha yang sulit. Kami hanya perlu
menyeberangi hamparan sawah sejauh kira-kira 100 meter yang
memisahkan taman itu dengan desaku. *Jadi,
bisa dibayangkan betapa pelosoknya “taman kota” itu?
| Bisa kaulihat sendiri, rumput di sini tergenang karena hujan dan kurangnya perawatan |
Meski
sudah dibangun sejak 2013 lalu, taman ini ternyata belum mendapat
perawatan yang baik. Banyak rerumputan yang tergenang, pohon-pohon
yang harusnya tumbuh juga banyak yang lebih dulu ditebang oleh
orang-orang tidak bertanggung jawab. Pos pengawasan di taman ini juga
sering kosong tidak ada yang jaga, bahkan hampir tidak terawat.
Jadi,
ya, aku tidak bisa sepenuhnya mengatakan bahwa kami main ke taman
kota sih. Meski
tetaplah menyenangkan menghabiskan waktu dengan adik-adikku di tempat
ini. Dan juga, untuk kali pertama setelah bertahun-tahun aku tidak
naik sepeda karena sepedaku dulu rusak, kali ini aku mencoba lagi
menggunakannya. Dan kurasa cukup berhasil.
Di
sini aku juga berburu foto, meski masih amatir, dengan adik-adikku
sebagai korbannya (haha). Kau bisa melihat foto-foto itu.
Memang
sih, tidak banyak
tempat yang kukunjungi selama pulang kampung ini (dan juga kurasa
pulang kampung sebelum-sebelumnya). Namun setidaknya aku bisa
menghabiskan waktu dengan adik-adikku yang masih lucu-lucu sebelum
nanti mereka makin tua dan dewasa dan tidak bisa diajak bercanda
lagi.
Aku
juga ingat, di rumah, aku memberi satu pelajaran kecil tentang menata
rambut kepada adik laki-lakiku yang duduk di bangku kelas 4 SD.
Memang tidak cukup elit sih, tapi tetap saja ini penting bagiku.
Sebagai kakak laki-laki tertua, aku sering gemas melihat cara
merapikan rambut adikku yang terkesan kekanak-kanakan (oke, dia
memang masih anak-anak). Akhirnya dia harus mendapat ceramah kecil
dariku mengenai pentingnya berpenampilan keren terutama dalam
merapikan rambut. Jadilah dia kuajari menyisir yang baik, meski
sayangnya hingga aku pulang kembali ke SMART dia belum bisa
mempraktekkan materiku dengan baik. Yah, kuharap sekarang dia sudah
bisa berpenampilan rapi dengan gaya rambut yang baru. Semoga saja....
Sebenarnya
masih banyak cerita-ceritaku yang cukup unik untuk kubagi, meski
masih tetap di dalam rumah. Sayangnya bagianku sudah habis kali ini,
tapi aku tetap akan menyempatkan waktu menulis lagi bila admin
membolehkannya (hehe) dan aku juga punya waktu untuk menceritakannya.
| Ini foto aku bersama adik-adikku, anak keponakanku, serta teman adikku |
| Jatuh bangun |
| Asyiknya bersepeda.... |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar