Senin, 05 Januari 2015

Hari yang Cerah!

Assalamu'alaikum... Selamat malam...!
Apa kabar kamu di tempat tinggalmu minggu pertama Januari 2015 ini. Masih setia terbasahkan oleh hujan kah? Wajar saja memang, saat ini kita kan ada di musim penghujan. Tapi setelah berhari-hari dirundung gelap dan curah hujan, hari ini ada yang istimewa. Iya, hari ini di tempat tinggalku, Jakarta, cerah! Alhamdulillah :)

Walau prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG menyebutkan hujan berpeluang turun di Jabodetabek hari ini, namun hingga tengah hari tadi cuaca cerah ceria. Ada awan memang, tapi tidak mengurangi silaunya pancaran matahari.

Kalau dilihat dari sisi ini, Kanal Banjir Timur cukup keren dan romantis, ya? Alhamdulillah sedang tidak ada gerumbulan sampah yang mengapung dan membuat suasana bak Sungai Seine ini buyar :-)

Tuh, lihat di atas, foto dari Jembatan RS Duren Sawit yang melintang di atas Kanal Banjir Timur, Jakarta. Terlihat cerahnya, ya? Sesiang ini aku berjalan di jembatan ini menikmati cerahnya hari (sambil menenteng kantong belanjaan, hehe...). 

Sekitar lima belas meter di depanku ada tiga anak berseragam SMP, berjalan menuju sekolah. Sebagai informasi, di daerah tempat tinggalku masih ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan KBM dari siang hingga sore hari. Ada yang karena memang kekurangan lokal kelas, atau ada yang gedung sekolahnya dalam perbaikan sehingga untuk sementara menumpang di sekolah lain.

Tiga siswa SMP berjalan menuju sekolah. Mana? Tuuh... di tengah bidang foto, di ujung jembatan. Maaf objek fotonya terlalu jauh, sebab tengah hari yang panas ini membuat mereka tidak mau menungguku mendekat agar dapat mengambil foto mereka dengan lebih elegan :)

Berbeda sekali dengan para siswa SMART EI yang masih di pekan pertama dari tiga pekan masa libur raya tahunan, sebagian besar siswa sekolah di Jakarta sudah mulai kembali berlaga di sekolah. Suka atau tidak suka; hujan atau panas; puas liburan ataukah belum; semester kedua sudah secara resmi dimulai. 

Aku terus melangkah (menenteng kantong belanjaan tadi) menuju rumah. Di tempat lain aku kembali melihat sekelompok lain siswa SMP yang tatanan rambutnya masih klimis, pakaian putih-birunya pun belum kusut. Artinya juga mereka ini baru berangkat dari rumah menuju sekolah. Saat itu mereka sedang... ah, mari kita cek langsung di gambar berikut.

Apakah objek foto ini adalah induk ayam dan anaknya?
Eh, maaf. Ternyata butuh kaca pembesar untuk mencari tahu gerangan manakah objek foto yang kumaksudkan. Ini pelajaran buatku sih. 
Pertama: jangan sok jago mengambil gambar di luar ruang saat matahari sedang beredar di atas kepala. Silau, maaan... dan bikin jendela bidik kamu terlihat gelap. Alhasil, seperti pada foto di atas, induk ayam dan anaknya yang tadi tidak kuperhatikan, jadi lumayan eksis bersama sepasang kotak sampah. 
Kedua, kalau mau jadi fotografer profesional, kamu harus mau menggerakkan kakimu lebih aktif. Jangan takut mendekat kepada objek foto agar mereka bisa masuk sebagai fokus dalam fotomu. Kalau tidak, fotomu dikira ingin memamerkan penutup saluran drainase di kawasan Pondok Bambu.
Ketiga, kalau tanganmu sedang repot bawa kantong belanjaan, tidak usah repot pengin foto anak sekolah yang lagi nongrong siang-siang deh. Pakai kamera hape segala lagi. Sebaiknya bagikan isi kantong tersebut pada mereka, setelahnya niscaya mereka akan bersedia difoto dengan gaya sampul majalah Sport Illustrated (maksudnya???).

Ah ya, mari balik ke hari yang cerah bersama teman-teman SMP kita yang sedang nongkrong itu. Lagi-lagi aku bersyukur tidak ada siswa SMART EI yang punya kesempatan nongkrong dulu di pekarangan perak-petak kontrakan belakang sekolah sebelum harus hadir di sekolah. Laah, sekolah dan asrama SMART EI tidak diselingi oleh kontrakan apa pun, kok. Jadi niat teguh siswa SMART untuk menuntut ilmu setiap hari sepanjang hayat bisa tetap terjaga. Baik di hari hujan maupun cerah.

Dan InsyaAllah bertahan selamanya. Amiin.

-vera- #makeithappen2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar